Top Social

Image Slider

Detox Social Media

Monday, September 25, 2017
Beberapa waktu yang lalu saat saya liburan ke Bandung, saya ditemani seorang teman. Kami ngobrol tentang banyak hal, salah satunya adalah tentang dia yang sedang menjalani Detox Social Media. Bahkan, untuk mendukung usahanya itu, dia sampai mengganti smart phone miliknya ke flip phone (iya ponsel model kerang, tanpa internet dan masih monophonic dengan 9 tombol kotak yang masih jadul banget). Sedikit terkejut dengan apa yang dilakukannya sampai saya bilang, "You changed your smart phone with a flip phone? Seriously? What are you, a cave man?". 


Hm.. Detox social media? Apa sih itu?
Nah, sebelum kamu membaca post ini lebih jauh, coba jawab dulu pertanyaan dibawah ini...

Kapan terakhir kali kamu meet up bareng teman-teman kamu dan benar-benar ngobrol satu sama lain tanpa ada yang memegang ponsel masing-masing untuk chat ataupun cek sosial media?

Kapan terakhir kali, kamu menjalani hari mu seharian, tanpa menyentuh Instagram, baca twitter, ngecek Path, buka Facebook ataupun nonton Youtube, tanpa ngerasa stress ataupun tertekan atau bahkan pengen lihat kehidupan orang lain yang keliatannya selalu sempurna?

Kalau kamu punya paling gak 1 jawaban yang isinya "baru kemarin" atau "baru tadi", berarti kamu masuk kategori sosial media addict. Seperti halnya kesehatan badan, detox yang ini juga ternyata perlu lho untuk kesehatan jiwa, mental dan akal pikiran. Makanya, walaupun sekarang jaman serba share personal life di sosial media, masih ada lho orang yang memilih untuk offline sementara atau selamanya dari dunia maya. Buat apa? Ya apa lagi demi kedamaian hati dan pikiran, supaya jauh dari pengaruh negatif yang didapat dari sosial media.

Masa sih sosial media punya dampak negative? Walaupun kita berusaha semaksimal mungkin menjadi pribadi yang positif, tapi pemakaian sosial media mau gak mau ngasih efek negatif ke kehidupan sosial kita. Menurut website MakeUseOf, ada beberapa sisi buruk sosial media yang sebenarnya kita udah sadarin tapi kita kita sengaja cuekin, salah banyaknya adalah :
  • Social media sometimes gives you the false reality. Saat posting sesuatu, kita selalu posting apa yang kita pilih orang untuk lihat. Bukan yang sebenarnya. Bold and underline, apa yang kita pilih orang untuk lihat. Jadi, kita cenderung menyembunyikan kenyataan sebenarnya, yang mungkin saja buruk dan jauh dari kesan sempurna. Kita memilih untuk menampilkan yang bagus-bagus dari hidup kita, jadi orang lain melihat hidup kita selalu sempurna, happy tanpa beban. Sebelum posting, pasti di filter, di tambah ini itu. Kalau ini gak terjadi di kita, pasti ada orang lain yang hidupnya model begini. 
  • Social media promotes jealousy and triggers consumerism. Coba, kapan sih kita gak iri liat rumput tetangga yang lebih hijau dari rumput sendiri? Pasti pengen liburan keluar negeri juga, pasti pengen punya banyak fans atau bahkan pengen punya mobil baru kayak temen sebelah. Hasilnya? Kita jadi iri dan gak bersyukur sama apa yang kita punya. Bahkan, bisa aja untuk terlihat sama, kita jadi konsumtif sama barang-barang yang seharusnya gak kita konsumsi atau beli. 
  • Social media promotes the echo, only the same wave. Saat kita ada di sosial media, kita pasti follow orang-orang yang kita sukai dan ignoring orang-orang yang berbeda aliran. Tanpa kita sadari, ini bisa bikin kita jadi orang-orang yang berpikiran tertutup. Tidak melihat perbedaan sebagai sesuatu yang patut dihargai dan dirayakan.
  • Social media makes you prone to privacy. Yang ini, kita semua tahu, kita bisa nemu berbagai basic info seseorang hanya dengan beberapa klik melalui sosial media. Jangan kaget kalau suatu hari kamu ketemu dengan orang baru dan dia bisa tahu siapa teman-temanmu, dengan siapa kamu bergaul, apa aja aktifitas kamu atau siapa mantan terakhirmu hanya dari sosial media. 
  • Social media makes you un-social. Kadang kita sering kali lupa, jumlah teman-teman/followers di sosial media bisa berbanding terbalik dengan teman di dunia nyata. Karena  mengobrol di sosial media sebenarnya berbeda dengan benar-benar berbincang tatap muka di dunia nyata. Masih ingat, kapan terakhir kali kamu benar-benar quality time ketemu ngobrol dengan temanmu, tanpa ponsel di sekeliling kalian? Kerajingan sosial media bisa bikin kita malah jadi ansos (anti-sosial). Ingat, yang perlu kamu maintain itu kehadiran orang-orang sekelilingmu di dunia nyata. Sosial media bisa (membantu) mendekatkan yang jauh, bukan sebaliknya.
  • Social media takes a lot of our time. Yang ini, tanpa sadar sosial media itu ngabisin waktu hanya untuk ngecek kegiatan apa yang orang lain lakukan, atau melihat barang baru yang teman sebelah baru posting. Mungkin kadang bahkan, sambil bekerja kita masih aja ngecek apa yang lagi trending di Twitter, atau siapa yang lagi InstaLive, padahal seharusnya kita fokus bekerja. Hasilnya? Pekerjaan kita berantakan, bahkan harus menambah jam kerja hingga lembur. Mungkin memang sekali ngecek hanya beberapa menit, tapi kalau dikalkulasikan, kita bisa menggunakan waktu itu untuk sesuatu yang lebih berguna. 
Dari semua efek negatif sosial media, memang gak langsung terasa di kita. Tapi saat semuanya udah kerasa dan di saat yang bersamaan pula, kayaknya ini waktu yang tepat deh untuk kita detox sosial media. Detox sosial media gak akan bikin kita jadi ansos juga kok, tapi paling tidak bisa meminimalisir sisi buruknya. Detox di sini bisa berarti detox sebagian atau kalau udah ngerasa cukup berani, detox selamanya. Means, really signed out from social media, for good.

Nah, gimana sih caranya buat ngelakuin detox sosial media ini dengan lebih proper? Cara mulainya itu gampang banget :
  • Deactive/signed out from all your social media or half of them. Untuk pemula, mungkin kamu bisa deactive salah satu sosial media mu yang paling aktif. Contohnya, saya mulai detox sosial media dari tahun lalu dengan deactive akun Path, karena ngerasa Path udah mulai toxicated banget. Tapi saya tetap aktif di Instagram dan Twitter. 
  • Uninstall your social media apps from your phone. Oh, come on! Detox mu gak akan berhasil kalau kamu tetap punya applikasinya di ponselmu. Uninstall them right now! Dengan begitu kamu akan mengurangi keinginan untuk buka-buka atau sekedar mengintip. 
  • Replace your social media apps with other apps. Yang ini bisa jadi applikasi games, atau applikasi lain yang lebih baik dari pada sosial media tentunya. Bahkan, kamu bisa melihat dunia luar dan menggunakan waktu yang ada untuk beraktifitas di luar rumah.
Detox ini bisa kamu jalankan sesuai dengan kemampuanmu. Biasanya kalau sudah merasakan hasilnya, kamu akan terbiasa tanpa sosial media dan hal ini bisa berjalan seterusnya. Tahun lalu, saat memulai detox dari Path, saya bisa bertahan hampir 6 bulan. Sekarang saya tetap punya applikasi Path di ponsel saya, tapi sangat jarang dibuka, bahkan saya masukkan ke group applikasi yang paling jarang saya buka (seperti old games atau aplikasi editing foto. If you choose to try this way, make sure to turn off all the notifications).

Sayangnya, saya belum bisa atau tepatnya belum berani detox Twitter dan Instagram. Untuk penggunaan Facebook, sekarang jadi jauh lebih passive. Hanya buka untuk posting update blog.

Bagian menyenangkannya akan tiba saat kita udah ngerasain manfaat dari detox sosial media.
Antara lain :
  1. No more comparison of social life. Udah bukan rahasia umum lagi, kalau sosial media itu promotes jealousy dan bikin kita gampang iri sama hidup orang lain. Hal ini bisa berdampak buruk sama kepercayaan diri kita. While on detox, we will stop comparing our life with others, and start to work on our own life. Contoh paling gampangnya sih, kalau misal teman-teman seumuran udah banyak yang nikah atau punya anak dan pamer kebahagiaan mereka di sosial media, pasti ada sebagian hati kecil kita bakalan iri sama mereka. Hayo ngaku! Lebih sering irinya dari pada ikut bahagianya. Apalagi kalau kita sampai sekarang masih single. Udah deh, mending juga ngurusin hidup kita, bahagianya kita sendiri.
  2. Protect our own privacy. Dengan detox sosial media dan menjadi non pengguna/pengguna pasif, kita akan menjaga privacy hidup kita lebih baik. Gak perlu ngabisin menit-menit percuma untuk milih filter dan share ke semua orang. Gak semua orang perduli juga kan?
  3. Start living on the moment. Menit-menit yang tadinya terbuang percuma karena kita habiskan dengan sosial media, bisa kita habiskan dengan benar-benar menikmati waktu yang ada. Misal, lagi liburan di pantai saat mengambil cuti dari kantor. Manfaatkan waktu mu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dengan penduduk lokal, dengan sesama turis, daripada sibuk membagikan ceritamu untuk dunia. 
  4. Reconnect with real world. Dengan deactive nya kamu dari dunia maya, kamu bisa habiskan waktumu re-connect dengan teman-teman lama. Siapa tahu ketemu jodohmu di situ, siapa tahu ditawari kerjaan baru yang lebih cihuy, siapa tahu ketemu teman baru. Yah kalaupun gak, siapa tahu bisa mengusir kebosanan yang selama ini kerasa 'ramai tapi kesepian'. I would say, if you care, you need to re-connect with them. Call them, text them, talk with them. Not through social media where everybody can see it. But only between you two.
  5. Stop obsessing with your past. Detox sosial media bisa lho ngebantu kamu buat lebih cepat moved on. Kenapa? Let see, kalau kamu lagi detox, kamu gak bisa stalking akun Instagram, atau Path atau Facebook si mantan. Kurang-kurangin lah. Gak sehat. Detox will actually help you stop obsessing with your past and makes your way to move on easier. 
  6. Stop those competitive feeling.  Ngaku deh, pas kita iri sama hidup orang lain yang kayaknya perfect atas bawah kiri kanan, pasti kita pengen banget kayak mereka. Looks like their having such an easy and wonderful life, sampai kita lupa kalau sebenarnya hidup kita juga udah indah. Adanya sosial media, bikin kita selalu ingin setahap lebih baik dari mereka, seolah ada kompetisi kasat mata untuk dapetin likes terbanyak. Pas kamu detox, mau gak mau, kamu gak akan ngerasa seperti ini. Lebih sehat untuk hati, jiwa, pikiran plus dompet kamu. 
  7. Improve your mood. Yang ini sih udah pasti. Kamu akan ngerasa happy karena orang lain gak akan usil sama apa yang kamu lakuin. Nobody would mind with what you are doing. No more judging from people who doesn't know the real you, and you don't have to listen to what they are thinking too. 
  8. Have a lot of free time. Saat kamu detox, kamu gak perlu lagi buang waktu percuma untuk ngecek siapa yang lagi aktif. Waktu luang yang ada bisa kamu gunakan buat sesuatu yang lebih bermakna. Hangout sama teman di dunia nyata, main sama hewan peliharaan, ngerjain ide bisnis yang tertunda, atau mungkin ambil kursus bahasa yang dari dulu di pengenin banget. 
Jadi, setelah baca semua itu, udah ada belum keinginan untuk signed out sejenak dari sosial media kamu? Gak usah buru-buru ngedelete semua akun secara permanen, satu-satu aja dulu. Buat jadi kebiasaan. Bikin jadwal cheating day, kayak kamu lagi diet sehat, supaya kamu gak kaget. Jangan lupa kasih tau teman-temanmu kalau kamu gak akan ada roaming around di sosial media untuk sementara waktu, jadi mereka tau kemana mereka harus menemukanmu.

Pakai waktu berhargamu untuk sesuatu yang lebih penting daripada sekedar ngecek si artis A abis posting apa, atau si temen B abis pamer apa. Mulailah hidup yang lebih hidup. Gak akan tau kan, kesempatan besar apa di luar sana yang sedang menunggumu. Semoga artikel ini bisa menginspirasimu lebih bijak menggunakan sosial media seperlunya ya..

Have a great day and good luck!

FREEBIEES Wallpaper Desktop 02 | Floral Beauty

Thursday, September 14, 2017

Finally!!!

Setelah telat hampir 2 minggu, akhirnya FREEBIES Wallpaper Desktop seri ke 2 selesai juga! Asli, suka banget sama hasilnya.. Awalnya pas cari tema, agak bingung mau bikin yang beda dengan yang edisi sebelumnya. Mau bikin yang tema musim gugur tapi rasanya udah banyak. Akhirnya dapet deh tema floral juga tapi dengan efek bunga nya keluar dari frame, dan jujur saya bikinnya seneng juga sambil belajar hal baru.

Untuk yang bulan ini tema nya Floral Beauty. Something simple yet beautiful. Jadi silakan di download ya lewat link di bawah ini. Tunggu freebies bulan depan yaa!


Enjoy and good luck!

Berani Uji Adrenalin di 3 Wisata Ekstrem di Yogyakarta ini?

Thursday, September 07, 2017
Ilustrasi climbing: Source pixabay
Bosan dengan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alamanya saja? Atau bosan dengan wahana-wahana permainan yang itu-itu saja? Nah, saatnya kamu mencoba destinasi wisata yang menantang adrenalin. Seperti tiga objek wisata di Yogyakarta ini yang pastinya akan memacu adrenalin kamu. Penasaran apa aja? Ini ulasannya untuk kamu :

1. Seberangi Lautan dengan Gondola
Kalau naik kereta gantung Gondola di Taman Mini Indonesia Indah, kamu mungkin sedikit bisa merasa tenang karena menggunakan komputerisasi tingkat tinggi. Namun, jika ingin mencoba wahana yang lebih menantang adrenalin, datanglah ke Pantai Timang Yogyakarta. Hanya dengan berbekal Gondola atau kereta gantung tradisional yang biasanya digunakan nelayan setempat untuk berburu lobster. Kereta gantung atau gondola ditarik menggunakan tali tambang dari bibir pantai Timang ke Pulau Watu Panjang yang berukuran kecil, kira-kira sepanjang 100 meter.

Setibanya di Pulau Watu kamu dapat merasakan hamparan air laut Samudera Hindia. Pihak pengelola tiap harinya selalu mengecek tali yang digunakan. Tali tambang digunakan karena lebih kuat dibandingkan sling yang terbuat dari besi atau baja. Untuk pengamanan, tali yang digunakan sebanyak sembilan tali sedangkan pada awal dibuat pada 1997 hanya tiga tali saja. Penggunaan tali tambang lebih kuat untuk manahan air laut yang korosif.

Untuk mencoba sensasi naik gondola ini kamu harus membayar tarif Rp 150.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan Rp 200.000 untuk turis mancanegara. Sejak 2014, destinasi ini mulai dijadikan destinasi wisata, ada beberapa orang yang mengusulkan untuk mengganti tenaga manusia dengan diesel. Namun usulan ini ditolak untuk mempertahankan keamanan dan bentuk.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada asuransi keselamatan maupun penyediaan alat-alat keselamatan lainnya. Sehingga, kesenangan dan risiko naik gondola harus kamu tanggung sendiri ya! Untuk menuju Pantai Timang, kalau kamu berasal dari luar Yogyakarta kamu bisa menggunakan bus, kereta api ataupun pesawat. Sebagai referensi maskapai penerbangan menuju Yogyakarta, kamu bisa mencari tiket Nam Air murah dibandingkan maskapai lainnya. Dari Yogyakarta diarahkan menuju Wonosari melewati Pantai Baron hingga menuju Pantai Siung. Dari Pantai Siung ke Pasar Dakbong, persiapkan diri kamu dengan jalanan yang rusak dan berbatu hingga sampai di Pantai Timang.

2. Panjat Tebing di Tepi Lautan
Pantai Siung memiliki berbagai karang-karang raksasa. Karang-karang raksasa tersebut tersebar di bagian barat dan timur pantai. Salah satu karang yang menjorok ke lautan menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Maka dari itu, pantai ini diberi nama Siung. Batu karang yang berbentuk siung ini masih memancarkan keindahannya, ombak-ombak yang menerpanya sering masuk celah-celah dan mengalir perlahan menjadi pemandangan yang dramatis. Pantai Siung pun mendapat julukan, The Best Rock Climbing Site in Yogyakarta karena memiliki 250 jalur yang bisa kamu pilih sesuai dengan kemampuan mendaki. Jalur pendakian dibagi ke dalam beberapa blok di antaranya: free climbing, artificial dan aid climbing.

Umumnya para pendaki akan menggunakan jalur Kuda Laut yang berhadapan langsung dengan laut lepas. Tinggi-tinggi tebing yang ada di Pantai Siung berkisar 15 meter. Selain panjat tebing, banyak aktivitas seru lainnya yang bisa kamu nikmati di Pantai Siung ini seperti berkemah, mencicipi ikan bakar yang diambil langsung dari laut, hingga bermain voli pantai. Untuk berkemah di Pantai Siung, pihak pengelola sudah menyediakan area dibagian timur pantai. Kamu dapat memasang tenda dan menyalakan api unggun sambil membakar ikan dan menghangatkan badan. Hanya saja, jangan sampai kamu merusak lingkungan sekitar ya!

Masih di kawasan timur pantai, terdapat juga rumah panggung kayu yang dapat memuat 10 sampai 15 orang untuk digunakarn sebagai base camp. Untuk melakukan segala aktivitas dan menikmati keindahan Pantai Siung, kamu cukup membayar Rp 10.000 saja. Dari Yogyakarta hingga ke Pantai Siung yang terletak di Dusun Wates dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi.

3. Bermain Sandboarding
Sudah pernah mencoba bermain skateboard dan meliak-liuk di jalanan atau bermain snowboard di hamparan salju? Jika kamu sudah mencoba dua permainan ketangkasan tersebut, coba jugalah bermain sandboarding di Padang Gurunnya Indonesia, Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk dalam bahasa Jawa artinya gundukan. Gumur pasir termasuk fenomena alam yang konon hanya ada di Indonesia dan Meksiko yakni berupa gundukan-gundukan pasir seperti benteng padang alam gurun. Untuk menikmati sandboarding ini kamu tak perlu memiliki keahlian khusus. Siapapun bisa menikmatinya.

Untuk harga sewa papan seluncur, kamu hanya perlu membayar Rp 70.000 tanpa batas waktu alias sepuasnya! Selain sandboarding, kamu juga bisa melakukan aktivitas trekking, off road maupun camping. Tertarik untuk menaklukkan pasir-pasir ini? Silakan datang sore hari ke Desa Parangteritis, Kabupaten Bantul, jangan lupa untuk membayar tiket masuk ke Pantai Parangteritis Rp 5.000,-

Setelah memilih wisata ekstrem yang diminati, manjakan diri kamu dengan kuliner khas Yogyakarta yang siap menggoyang lidah, yang biasanya berada di pusat Kota Yogyakarta. Untuk akomodasi atau penginapan, lebih baik cari hotel murah di Jogja Kota dan dapatkan harga terbaik beserta fasilitasnya yang memadai.

Selamat mencoba dan rasakan keseruannya!
Good luck!
  

DIY Project : DIY Scrabble Quotes

Wednesday, August 23, 2017
Jadi, beberapa waktu lalu (gak kerasa ternyata itu 2 tahun lalu), saya pernah buat tutorial penggunaan Scrabble tiles. Ada tatakan gelas dan quotes dalam frame dengan scrabble.

Kamu bisa cek postingan lama saya tentang DIY Project : It's Scrabble Time di sini

Nah, kali ini saya buat 3 frame lagi, dalam 1 seri. Bedanya dengan yang sebelumnya, background paper yang saya pakai adalah hasil doodle (corat-coret) sendiri biar lebih fun. Untuk spidol saya pakai warna gold untuk hasil yang lebih stands out. Karena bikin 3 frame begini, salah satunya saya hadiahkan ke teman saya yang menikah di tahun lalu, dan dia seneng banget nerima nya. 

Untuk keperluan foto, saya tempelin di dinding (tanpa bor, jadi pakai lem yang lunak seperti permen karet. Saya lupa namanya apa, tapi banyak di toko buku). Sayangnya itu gak tahan lama, dan bikin frame saya jatuh satu per satu. Untungnya hanya baret-baret, yang bisa di akali dengan pakai spidol besar warna hitam. Makanya hasilnya agak bocel-bocel. Jadi, lebih baik sih dijadikan pajangan untuk meja atau lemari saja, sama-sama manis kok.






Oh iya, saya juga sempat membuat tutorialnya dalam bentuk video yang saya upload di Youtube. Kamu bisa cek di bawah ini ya..


Selamat mencoba dan semoga harimu menyenangkan!
Good luck!

FREEBIES Wallpaper Desktop // NEVER GIVE UP!

Wednesday, August 02, 2017
Hallo gengs!

Postingan kali ini will be short and simple. Saya mau bagi-bagi free wallpaper (for personal use only) untuk desktop kamu. Sepertinya seru nih kalau saya buat rutin di awal bulan dengan tema yang berbeda. Tambahkan sesuatu yang simple dan manis untuk menghiasi desktop komputermu, supaya makin semangat kerja dan tentunya jangan pernah menyerah untuk mengejar target ataupun cita-citamu.


Klik link di title di bawah ya untuk download wallpapernya. Jangan lupa share postingan ini ke teman-temanmu. Remember, sharing is caring, Love!

 START NOW // DON'T GIVE UP

GO GET IT // BELIEVE IT


Semoga suka dan good luck!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature