Top Social

Image Slider

Piknik ke Cafe Utara Dago Pakar

Tuesday, September 25, 2018
Holaaa holaa!!

Di postingan kali ini saya mau share Cafe baru yang saya kunjungi saat lagi main ke Bandung. Namanya Cafe Utara, letaknya di Dago Atas. Psst, saran saya sih kalo mau kesini bagusnya pas malem hari, dan jangan lupa bawa jaket atau kardigan ya, karena angin nya bisa lumayan dingin. Cafe outdoor yang satu ini letaknya pas sebelum Cafe D'Pakar di Jalan Dago Pakar Utara. Oh iya, jangan lupa juga buat bawa kamera, karena banyak spot seru buat foto-foto, lumayan banget bisa buat profile pic baru untuk social media kamu!


Mereka berdua sepupu saya (kiri-kanan : Ayu & Anja). Dua-duanya sama-sama Nurhadi clan seperti saya. Hehe. Background nya asli cocok banget, berasa lagi piknik kan.

Foto-foto di postingan kali ini semuanya di ambil pake Oppo F7, dengan filter bokeh. Untungnya walaupun di malam hari, Cafe ini punya banyak lampu-lampu jadi penerangannya cukup banget nih buat ngehasilin foto-foto menarik kayak begini. Bukan promosi ataupun endorse, tapi personally happy banget sama hasilnya!!


Oh iya, Cafe Utara ini menyajikan menu Shabu-shabu dan Yakiniku berupa paketan dengan harga yang terjangkau. Asli enak banget, sayang menu nya kurang banyak untuk ber 4. Tapi lumayan untuk menghangatkan badan, karena kuah Tom Yum nya seger banget!

Moment kayak begini, gak sah kalo belum foto bareng. Kiri ke kanan dari atas ke bawah ; Anja, saya, Ayu & Mas Irman (suaminya Ayu).







Jangan lupa buat ambil spot di pojok ilalang ini untuk foto. Yakin deh bakalan lucu banget. Kamu gak mesti pergi ke padang ilalang kalo mau punya foto segini kerennya, tinggal datang ke Cafe Utara! Tempat yang cantik, kamera di hp bisa bikin keren gini, mohon maap nih jadi narsis banget. Berasa fotogenik aja gitu..
 
Selain tempat duduk di outdoor, mereka juga punya kok yang semi indoor dan indoor. Yang butuh privacy extra, bisa milih tempat di dalam rumah Iglo seperti di bawah ini.


Buat yang mau semi-semi picnic, kamu bisa milih yang di taman seperti ini dengan gelaran tikar, dan duduk di bawah pohon.


Cafe Utara ini punya tempat duduk di lantai 2 juga, dengan pemandangan langsung ke lampu-lampu kota Bandung yang cantik banget saat malam. Tangga menuju lantai 2 ini dihiasi sama lampu-lampu fairy yang dibuat menggantung. Spot wajib buat foto-foto!!
 


Oh iya, sekedar info, Cafe Utara ini bukanya dari jam 11 pagi sampai 10 malam. Kalau mau agak sepi sih mungkin bisa di coba datang pas weekdays. Cafe ini recommend banget buat ngumpul sama temen-temen, karena suasana nya enak, makanannya enak dan terjangkau, pokoknya oke banget. Tapi hati-hati ya karena jalan menuju ke sini agak gelap terutama di malam hari.

Nah, kalau kamu, Cafe mana di Bandung yang jadi favorite kamu? Share ya!
Have a great day!!

Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018 (p.2)


Hallo semua!
Balik lagi dengan postingan part 2 dari Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018, baca bagian pertama nya di sini

Yang di atas itu foto kita semua para volunteer OCC Asian Games 2018 bareng Pak Wisnutama sebagai Creative Director event ini. Kita lagi nengadah bareng-bareng di fotoin sama drone nya anak dokumentasi. Ini gak semua dari 300an volunteer ada di situ semua ya.. Yes, volunteer OCC itu yang pas hari H pake baju hitam-hitam (black ants squad) dan sedihnya gak ada satupun dari kita yang ikutan parade ke tengah FOP buat nonton Closing Ceremony, karena mayoritas dari kita masih bertugas saat acara berlangsung. 

Di bagian ke dua ini, saya mau cerita dengan foto-foto ya. Part Closing Ceremony Asian Games 2018 ini punya konsep yang jelas berbeda dengan acara Openingnya. Konsep konser dengan lebih banyak penyanyi dikedepankan, karena kita cuma punya waktu latihan kurang dari 2 minggu. Seperti yang kamu tonton di tv, di acara closing ini panitia nyuguhin pendukung acara pengisi soundtrack Asian Games 2018.

Cast penari tetap ada, tapi jumlahnya hanya 1/10 dari pas Opening kemarin. Ada beberapa cast tetap seperti cast Fire yang berubah jadi Lantern dan tentunya para Placard dan Marshal. Ditambah beberapa group cast baru, seperti Chinese culture (penari-penari yang khusus datang langsung dari China), Child Choir, Pencak Silat (untuk pre-show), Marching Band polisi dan TNI, ect.



Ini foto para cast lantern lagi latihan. Pas latihan mereka emang seharusnya menerbangkan lantern yang sudah di isi helium sampai atas, tapi karena hal teknis pada hari h closing ceremony, lantern tidak diterbangkan. Padahal bagus banget lho. Di acara closing ceremony, mereka tampil di luar lho, hujan-hujanan saat api di cauldron akan di padamkan.


Ini Aida, salah satu teman dekat saya selama latihan dan acara berlangsung. Di foto kiri, adalah hari H, saya minta rambut saya di kepang. Akhirnya banyak teman-teman lain minta ikutan di kepangkan rambutnya. Maksudnya biar gak ribet dan panas saat bertugas.

Foto yang kanan adalah saat kita free-duty setelah Opening. Sengaja foto berdua di stadion pas gunungnya sudah gak ada dan stadion sedang digunakan untuk latihan atlet pelari.


Acara Ceremony mulainya sekitar jam 7 malam, tapi kita para volunteer dan semua crew sudah stand by di stadion GBK dari siang hari. Bahkan jauh sebelum para cast datang.

Sebelum bertugas, seperti biasa, wajib banget hukumnya buat briefing dulu supaya semuanya lancar. Don't forget to have fun while working!



Gini nih behind the scene cast Placard Barriers di holding area. Muka-muka semangat tapi sedih karena ini berarti hari terakhir kita bakalan bareng-bareng kumpul seperti ini.




Ini nih team yang bertugas untuk Placard saat hari Closing Ceremony kemarin.
Dari kiri ke kanan (yang berbaju hitam) : Juan (dia crew yang kebetulan numpang lewat pas kita mau foto), Mas Bagus, saya, Mba Otty, Inneke. 





Pas Closing ini, para Cast masuknya dari Red Vom, dan keluar di Yellow Vom. Pas Placard urutan pertama, Afghanistan, mulai jalan dan masuk ke FOP, saya udah harus jalan cepat ke Yellow Vom yang jauhnya lumayan banget kayak ngelilingin setengah GBK untuk menjemput cast Placard lagi. Kalau gak lagi bertugas gitu sih pengennya jalan pelan-pelan aja pas lewat IRR (inner ring road) ke Yellow Vom karena di situlah para artis pengisi acara berkumpul. Dari BCL, Isyana, Afgan, Denada, Sidhart (si penyanyi Youtube India yang duet sama Denada), Super Junior, Ikon dan yang lain. Untungnya kita volunteer jadi boleh lewat-lewat. Hehehe. 

Setelah acara beres, lagi-lagi kita semua para cast, crew dan volunteer berkumpul di FOP buat dengerin speech para petinggi Inasgoc, Pak Wisnutama, Pak Erik Tohir, Bu Puan Maharani. Intinya sih mereka berterima kasih karena acara Opening & Closing berjalan lancar berkat kerja sama yang baik dan semangat dari para pendukung acara, cast, crew dan juga volunteer yang bertugas. Mereka bilang terima kasih sudah bikin bangga Indonesia.

Setelah para cast bubaran dari FOP, giliran para pengisi acara lokal yang 'keluar kandang' buat foto-foto sama panitia utama. Kita para volunteer kecipratan juga kesempatan buat ikutan foto ataupun selfie bareng sama mereka. Di bawah ini beberapa di antara nya yang 'kekejar' buat saya todongin selfie. Hehehe. 



Yang ini sebagian dari kita para volunteer Cast Movements bareng staff luar Stage Management yang masih stay di FOP, sebelum kita balik ke kantor dan VBA (Volunteer Break Area). Perasaan happy, lega dan sedih mulai kebayang, karena akhirnya semuanya udah selesai.. Gak siap banget buat sayonara sama team ini...

Last picture with all the Placard cast before we all heading back home! 
Sebenernya mata saya udah berkaca-kaca saat mereka selesai walk in di FOP saat parade atlet. Apalagi gak sedikit dari mereka melukin saya satu per satu sambil bilang "Terima kasih, Kak!" saat saya transfer mereka ke holding area lagi setelah tampil. Saya punya banyak kenangan manis lho sama mereka-mereka ini, 50 model yang saya pegang. Dari awalnyanya gak kenal, sampe bisa becanda, curhat bareng, sampe akrab banget. Walaupun gak semua merata sih, tapi saya seneng banget dikasih kesempatan buat 'pegang' mereka di acara ini..

Jadi bagian dari crew OCC Asian Games 2018, ketemu dan kenal sama semua volunteer (baik dari team saya sendiri, maupun team lain), dan para cast pendukung acara, membuat tahun 2018 saya betul-betul berkesan dan penuh cerita. Sekarang, udah hampir sebulan dari acara, masih banyak kenangan yang semoga gak terlupakan.. Di postingan ini saya banyak nampilin foto bareng cast Placard, mungkin saya perlu nulis juga tentang para Volunteer dari team saya di postingan berikutnya. Just to remind me, what an amazing time and opportunity I had with them! For the best and the worst (mostly the best), I really really really do, loves each and everyone of you.. Can't imagine, how boring 3 months of my life must be if I didn't join this event! I can't thank you enough, God, for these times!

Buat kalian pembaca, hope you guys like it our best work!! (from all the teams of OCC Asian Games 2018). 

Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018 (p.1)



Akhirnyaaaaaaaa!!
Hampir sebulan lewat setelah keseruan Closing Ceremonies Asian Games 2018, tanggal 2 September 2018 lalu, saya jujur masih belum bisa move on. Mulai kangen sama semua kerepotan dan serunya tim kerja bareng untuk OCC Asian Games 2018 ini. Seperti yang pernah saya mention di postingan sebelumnya, beruntungnya saya terpilih sebagai salah satu dari 300an volunteer untuk department ceremony pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Kebetulan saya masuk divisi Stage Management & Cast Movements, yang bertugas mengatur flow perpindahan para casts (pengisi acara) dari mereka masuk ke gedung acara hingga mereka pulang setelah acara.

Ini lah 'nyawa' saya selama hari-hari latihan untuk opening & closing Asian Games 2018 lalu. 2 ID card wajib, kaca mata dan topi untuk melindungi kepala dari teriknya panas matahari, apalagi kalau dapat shift latihan siang hari. 

Latihan yang mereka lakukan untuk acara opening ceremony sudah di lakukan dari 3 bulan sebelum acara berlangsung. Saya melihat dan membantu mereka latihan sejak 2 bulan sebelum acara, berawal di lapangan ABC komplek GBK, hingga pindah ke dalam stadion GBK beberapa minggu sebelum perhelatan akbar tanggal 18 Agustus 2018 kemarin.

Pada saat kami, para volunteer dan crew Five Currents sudah menandatangi NDA (non-disclosure agreement) sejak hari pertama, jadi kita coba mematuhi peraturan untuk gak mengambil foto maupun video yang berlatar belakang gunung ataupun proses latihan. Supaya efek kejutan untuk hari H benar-benar terasa, katanya. Foto yang di bawah ini saya ambil pas anak-anak penari Ratoh Jaroe sedang latihan di dalam stadion GBK, dan baru saya publish sekarang ini..


Gunung yang termahsyur sebagai latar belakang Opening Ceremony, dibangun hampir 4 bulan lamanya punya fitur air terjun dan api yang berkobar, bikin segar mata saat air terjun nya menyala. Apalagi di siang hari. Untungnya beberapa hari sebelum opening, kita semua para volunteer dan crew diperbolehkan untuk foto di depan gunung untuk kenang-kenangan. Dan ini kami, para volunteer Stage Management & Cast Movements. 


Muka-muka tegang tapi semangat saat briefing untuk Opening Ceremony Day. Briefing kayak begini  emang biasa kita lakukan sebelum latihan, karena tiap orang punya tugas dan posisi stand by yang berbeda di setiap waktu. Jadi untuk menghindari terlalu banyak pertanyaan dan kebingungan pada saat acara, briefing wajib banget hukumnya. Masih inget banget hari itu kita semua pakai baju hitam-hitam tanpa vest neon lagi, masing-masing pakai big headphone biar lebih fokus dengerin arahan 'Tuhan' Asha saat bekerja.


Wefie wajib di kantor sebelum kami siap bertugas. Yuk sini, kenalan sama tim Cast Movement Opening & Closing Asian Games 2018.
Kiri ke kanan paling atas : Edric, Oggy, Dika, Ega, Alya, Meta, Arif, Cindy
Kiri ke kanan tengah : Rizky, Aida, saya, Fairuz, Okky, Peni, Koh Herman
Kiri ke kanan bawah : Selvina, Eby, Tiara, Natastha, Monica, our boss Rosanne.


Seperti yang saya bilang di atas, tiap orang (tim kami hanya terdiri dari 23 orang, untuk mengurus 4000 cast di Opening Ceremony) punya tugas masing-masing. Ada beberapa orang yang mengurus cast Welcome (anak-anak penari Ratoh Jaroe yang jumlahnya 1600 orang), ada pula per orangan yang membantu mengatur group cast yang member nya lebih sedikit. Seperti saya yang bertugas mengurus para Placard Barriers ini.

Tentunya saya gak sendiri. Ada Mba Otty dari Casting, Inneke dari Stage Management dan saya juga di bantu oleh Mas Bagus sebagai managers dari model-model dalam tim ini. Para Placard Barriers ini totalnya 50 orang. 45 orang yang memakai golden wings, dan 5 orang sebagai cadangan (just in case ada yang sakit dan harus di gantikan posisinya). Kenapa butuh managers? Karena mereka model-model yang bukan dari 1 agency dan mereka lah yang lolos audisi. Mereka ini bukan volunteer lho. Banyak dari mereka berprofesi sebagai spg, model professional, pemain sinetron dan lulusan beauty pageant. Banyak yang nyinyir karena mereka model dan kadang bersikap layaknya 'model', tapi saya enjoy banget kerja bareng mereka. Bahkan saya terpilih untuk mengurus mereka secara tetap sampai acara Closing Ceremony. They're fun people to work with. 
 

Begini lah ramainya suasana di luar stadion sebelum acara mulai. Para cast Welcome (yang berjumbal 1600 orang dari 18 SMP & SMA di Jakarta) sudah memenuhi Blue Vom (pintu besar stadion GBK itu ada 3. Blue Vom, Red Vom dan Yellow Vom) siap buat memukau para penonton dengan tarian Ratoh Jaroe. Jadi, tarian di Opening Ceremony itu bukan tari Saman ya. Karena tari Saman itu biasanya di bawakan oleh penari pria dan jumlahnya ganjil, sementara tari Ratoh Jaroe ini di bawakan oleh penari perempuan semua dan berjumlah genap.


Placard Barriers sudah siap sedia dengan wings mereka dan berbaris rapi sesuai dengan urutan masuk tiap negara sesuai abjad. Dimulai dengan negara Afghanistan dan di akhiri nanti paling ujung dengan negara Indonesia. Di acara Opening, tiap negara di panggil satu per satu dengan para atlet berparade di belakang placard.

Tahukah kamu, berat golden wings yang mereka pakai itu sekitar 30 kg lho, dan mereka sudah harus siap dengan make up bahkan sejak beberapa jam sebelum acara mulai. Untungnya mereka hanya perlu memakai sayap mereka sejam-dua jam sebelum acara. Oh iya, kostum Burung Garuda Emas yang mereka pakai itu buatan Dynand Fariz lho, founder Jember Fashion Carnaval. Kostum yang sama juga pernah di pakai oleh Putri Indonesia Kezia Warou di ajang Miss Universe 2016 dan berhasil memenangkan Best National Costume!


Ini saya selfie setelah acara opening selesai. Kita semua pengisi acara, para crew dan volunteer berkumpul di FOP (field of play) sebelum gunung yang dibangun selama 4 bulan itu siap bebenah.

Kayaknya ini deh satu-satunya foto sendiri full body dengan background gunung yang saya punya. Hahaha. Ini foto saat kami para volunteer dan crew sudah berhasil 'mengusir' para cast yang memenuhi FOP setelah acara. Wajah-wajah letih kami jelas tertutup dengan perasaan lega dan bahagia karena akhirnya acara opening sukses besar! Jujurnya, kita gak sempet lho nonton Opening Ceremony secara lengkap dari awal sampai akhir acara, karena sibuk kerja dan harus stand by di posisi masing-masing. Tapi kita aslinya bangga banget sama sukses nya acara ini, sama semangatnya para cast dari awal sampai akhir dan sama hasil kerja keras kita semua.

Berkah melimpah. Itu yang saya bisa bilang dari acara ini. Suksesnya acara ini gak akan kejadian kalau semangat kita gak di pupuk dari awal dan dengan kerja keras semua pihak. Gak cuma para staff dan volunteer Stage Management & Cast Movements, tapi juga divis lain kayak catering, protocol, casting, venue, etc.

Bangga, karena Opening Ceremony Asian Games 2018 sukses besar dan berhasil memukau jutaan  mata orang-orang, baik dari dalam maupun luar negeri. Nonton reaksi orang-orang di Youtube, rasanya luar biasa!
Bangga, karena bisa jadi bagian dari acara sebesar ini. Lega, karena acara berjalan mulus. Tapi sedih juga karena pekerjaan besar akhirnya berakhir, menyisakan cerita yang bakalan dikenang sepanjang masa.

Sampai ketemu di Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018 (p.2)!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature