Top Social

Image Slider

Peri hutan bermimpi bergaunkan Pelangi

Saturday, July 10, 2010
Bergaun pelangi..
Berwarna-warni.. Tumpah ruah dalam sehelai kain putih licin. Memantulkan cahaya ketika aku melangkah ke alam terbuka.

Nyonya burung parkit menyukainya dan ingin sekali meminta percanya untuk menghias rumah mungilnya di atas pohon.

Nona bunga rose, tulip musim semi dan bunga matahari ingin meminta warna pelangi di bajuku untuk menambah cerah senyum mereka.

Langit siang hari yang terang dan ceria meminta warna pelangi di bajuku untuk menaungi bumi agar selalu ceria.

Air di sungai pun meminta warna pelangi di bajuku, berharap sungai memiliki warna juga..

Aku bingung.

Haruskah kuberikan warna-warna indah ini pada mereka?
Pelangi tanpa satu warna,tidaklah akan sama lagi. Pelangi tercipta sebegitu indah. Cocok sekali dengan gaunku yang tadinya hanya putih polos.

Mungkin hanya kali ini saja aku dapat meminjam warna sang Putri Pelangi. Putri Pelangi akan pergi dari gaunku saat hujan menepi. Putri Pelangi akan naik lagi ke angkasa saat hujan berhenti. Menjadi jembatan Putri-Putri langit untuk menikmati asyiknya mandi di sungai milik bumi.

Lalu aku pun menggeleng. Lalu kukatakkan, "tidak".
"Kalian indah dengan warna kalian. Kalian mahluk yang luar biasa indah baik dulu, sekarang maupun nanti."

Dan aku akan mensyukuri gaun pelangiku hari ini..
Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
Powered by Gee! from StarHub

Aku ingin sekali..

Tuesday, July 06, 2010
Aku ingin..
Kembali menulis.. Kembali produktif.. Dan sekali Kembali mencipta juga bercerita..

Ahay.. Peri-peri hutan dan lautan. Kemanakah rasa itu pergi? Sudah aku bilang, bawakan aku segayung ceritamu, dan sejumput waktu juga bubuk ajaibmu.

Semua itu bukan tak mungkin. Aku tau dimana letaknya sang ratu peri menaruh ke 3 resep itu. Tapi sang raja pemalas menahanku di sini, mengajak bergurau, membuat lelucon tak lupa memberikanku segelas minuman yang selalu membuatku tergoda untuk tidur dan tidur lagi ketika aku meletakkan tanganku di atas kertas dan pena di tangan kananku.

Licik dan jahat. Memang. Sampai saat ini aku masih sering tergoda rayuannya.

Huh. Sudahlah. Aku bercerita lain kali saja. Saat sang raja malas juga antek-anteknya sudah tertidur pulas.

Aku akan mengerjai mereka lain waktu.. Yah, lain waktu..
Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
Powered by Gee! from StarHub

Auto Post Signature

Auto Post  Signature