Top Social

Tanah Mentawai & Gunung Merapi

Monday, November 08, 2010
Sudah lebih dari sepekan, isi surat kabar dunia Peri di hebohkan dengan gambar-gambar yang bahkan tak berwarna. Gambaran Peri-Peri di Tanah Mentawai dan sekitar Gunung Merapi sudah tak bercahaya lagi. Tawa dan canda mereka lenyap seketika tersapu oleh getaran bumi yang menggegar, dan sapuan air laut yang tak bersahabat ke pinggiran pulau yang membuat rumah mereka tak lagi berdiri. Membuat mereka tak lagi beratapkan sebuah rumah. Membuat mereka tak lagi bertempat tinggal.

Daerah tenang nan indah sekitaran Gunung Merapi pun sekarang malah sudah menjadi daerah abu-abu. Tanahnya tak lagi berwarna hijau. Hanya abu-abu. Kecil, halus namun tajam membunuh tak nampak. Tanahnya tak lagi berpenghuni jiwa yang hidup. Jiwa-jiwa peri-peri melayang di mana-mana. Meninggalkan sang jasad yang tak sempat berpesan dengan mereka yang tercinta.

Kali ini berita nya lain lagi.
Tapi bukan berita yang menggembirakan pula. 22 gunung di Indonesia tercinta mengumumkan dalam kondisi aktif, dan waspada. Tidak ada yang berani membayangkan bila mereka memuntahkan isi perutnya dalam waktu bersamaan.
Mungkin Indonesia kami yang indah hanya tinggal cerita.
Mungkin jadi bencana terbesar abad ini.
Mungkin korban yang berjatuhan akan jutaan.
Mungkin tanah kelahiran kita akan banjir air mata di mana-mana.

Tapi sebagai Peri-peri di bumi, mereka bergotong royong. Bantuan meluncur dari segala penjuru. Dunia turut bersimpati. Doa pun berdatangan tak putus-putus. Mengalirkan permohonan maaf kepada Sang Kuasa, kepada alam. Tangisan kehilangan sudah meraja lela.

Dunia memang prihatin, namun itu mengajarkan kita untuk lebih menghargai alam sekitar.
Mungkin lautan marah...
Mungkin gunung pun marah...
Mungkin ada perlakuan kita pada mereka yang salah...

Dunia masih menjalankan hukum karma.
Mungkin ini salah satu peringatannya.
Mungkin kita harus berpikir ulang, untuk lebih bijak pada alam.
Mungkin kita harus lebih bijak dalam bersikap.

Itu karma.
Saat semua perilaku kita dapat membawa kita ke jalan yang baik, atau sebaliknya.

Mungkin apa yang terjadi di Tanah Mentawai dan Gunung Merapi memiliki arti. Mereka membawa pesan.
Tuhan selalu melakukan hal baik untuk mahluknya.
Mungkin kita masih di beri-Nya kesempatan untuk berubah.
Lalu berubah lah. Pada jalan baik yang sudah di persiapkan-Nya.

Ia masih memberi waktu...
Selama masih ada waktu...

Auto Post Signature

Auto Post  Signature