Top Social

Love Letter #3 : Untuk sang Peri Hujan

Sunday, January 30, 2011
Terima kasih atas kunjunganmu. lebih sering dari biasanya musim ini. Padahal seharusnya kau tak datang sesering ini. Apa kau tersesat? Atau kau sengaja mampir saat aku punya segudang masalah di kepalaku. Masalah yang entah kenapa senang sekali mendiami sekaligus memenuhi kapasitas otakku yang kecil ini, namun tak juga beranjak pergi. Menyebalkan!

Peri Hujan, Terima kasih kau datang mengunjungi kami lebih sering musim ini. Walau kamu menyebabkan beberapa bencana di ranah negeriku, tapi kehadiranmu tetap di nanti untuk mengguyurkan penyegaran kepada tanah jalanan yang kering berdebu. Tapi sekaligus berbagi cerita. Sebuah cerita singkat tentang dirimu yang jatuh ke bumi untuk mengusir sejenak masalah manusia.

"Saat hujan datang, rebahkan dirimu, santaikan dirimu pada sebidang tanah terbuka. Biarkan air hujan menampar-nampar wajah serta tubuhmu. Biarkan Ia menghentak-hentakkan buliran air pada bagian kepalamu. Biarkan Ia perlahan mengusir sejenak seluruh kekhawatiran di kepalamu. Biarkan Ia mengusir jauh sejenak semua rasa tak nyaman dalam hatimu. Biarkan Ia membuang jauh sejenak semua masalahmu, dan mengembalikan senyum ceriamu. Biarkan Ia melewatimu hari itu."

Berlari lah. Menari lah. Berdansa di tengah hujan. Seakan kau tengah berdansa dengan orang yang kau cintai. Bergembiralah.. seakan tiada lagi hari esok untuk menikmati buliran air hujan menyentuh kulitmu. Biarkan perasaan segar itu merayap ke otakmu. Semoga kedatangannya dapat membantumu menyejukkan hatimu kembali.

Love, Peri Hujan


Auto Post Signature

Auto Post  Signature