Top Social

Love Letter #10 : Ketika ada Aku, Kamu dan Hujan

Saturday, March 05, 2011
Masih ingatkah kamu? Pertama kali kita berkenalan, saat hujan menyapa pagiku. Sejak saat itu, hujan yang selalu mengingatkan ku padamu.

Kau yang mengajarkanku berbaring di tanah ketika hujan datang, akan mengusir masalahku seketika.

Kau pula yang mengajarkan menari bersama hujan sama asyiknya seperti menari dengan tabuhan dram dan deburan ombak di tepi pantai.

Saat kita berbincang suasana makin hangat dengan secangkir coklat panas, tawa renyahmu dan irama gemericik hujan.

Lalu bercerita tentang dongeng putri hujan yang turun ke bumi untuk mencari pangeran impiannya. Ceritamu itu mengingatkanku persis tentang kamu. Pangeranku itu kamu. Tidak berseragam baja ataupun berkuda putih. Hanya setelan sederhana beraksesori buliran rintik hujan. Sederhana namun manis.

Ketika hujan datang, hanya ada aku, kamu juga kenangan. Saling menghangatkan diri, saling mengingatkan. Lalu kita tertawa bersama.

Ketika hujan pamit, kau mengecup keningku lalu pergi. Tapi cerita tentang kamu dan hujan, masih melekat manis pada cangkir coklat panas di meja tamanku sore itu. Akan tetap ada di situ, sampai kau dan hujan menyapaku lagi esok hari.

Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Auto Post Signature

Auto Post  Signature