Top Social

Love Letter #19 : Ingat kamu, kangen kamu

Thursday, April 14, 2011
Pagi itu aku terbangun.

Terusik sebenarnya. Terusik ingatan yang meleksak memaksa masuk. Tentang kamu. Iya pagi pagi begini. Ketika mengecek ponsel, aku terenyuh, lalu kecewa.

Masih belum juga ada balasan. Tentang email yang aku kirim padamu beberapa hari yg lalu. Entah terbaca lalu terlupakan atau tertumpuk dengan email-email penting dari clientmu atau malah tak sengaja masuk ke kotak junk karena di kira spam?

Aku mengerang sebal. Sebegitu parah kah kesalahan itu? Sampai email pun kamu tidak mau membalasnya. Sementara aku di sini masih menunggu. Email itu.

Atau kamu sudah membalasnya, lalu tak sengaja terhapus permanent oleh tangan-tangan nakalku yang tak sadar menekan tombol delete di ponselku pagi-pagi buta? Maklum, jari-jari ini tak bermata. Sementara mata hanya setengah sadar, jari-jari ku ini lah yang mengintip semua pesan itu.

Bukannya galau atau merana, aku hanya gelisah.
Penasaran, apa aku termaafkan?

Lalu mengingat obrolan kita yang terakhir.
Sampai akhirnya kata "Kita" lenyap oleh fakta saling menyakiti.
Duh maaf, sama sekali tidak bermaksud waktu itu.
Entah sudah berapa kali pesan maaf itu ku lontarkan, tapi sepertinya dengan mudah kamu enyahkan.

Atau sebenarnya maaf itu sudah terlontarkan, walaupun tak terlisankan dari mulutmu?
Aku harap sih begitu.

Duh, aku ingat kamu. lalu kangen kamu. Sedikit. Rasanya geli-geli ikut menggerayangi perutku saat aku ingat kamu, lalu terbakar habis saat ingat kesalahan 'kecilku'.
Duh maaf, lagi dan maaf lagi.

Bukannya galau atau sedang meracau, aku hanya sedikit tak tenang.
Penasaran, apa aku termaafkan?

Duh aku kangen kamu.
Ingat kamu lagi, lalu kangen kamu lagi, lalu merasa bersalah dan perutku merasa panas.
Ingat kamu lagi, terus sekejap perutku rasanya sejuk, isi kepalaku sejuk.
Berulang-ulang. Lagi dan lagi. Rasanya seperti tak ada habisnya.

Dan juga, aku jadi penasaran...
Penasaran, apa kabar nya kamu sekarang?
Penasaran, apa aku termaafkan?
Penasaran juga apa kamu (pernah) ingat aku?

Tapi tetap saja walaupun tak di maafkan, saat aku ingat kamu, lalu aku pasti kangen kamu!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature