Top Social

Dikecup hujan (10:56)PM

Thursday, May 19, 2011
Siang-siang panas gak karuan.
Langit bilang itu tanda hujan akan datang.

Ketika sore, langit warnanya orange.
Langit bilang, dia menelan seluruh cat oranye milik pelukis jalanan..

Ketika menjelang malam, matahari pamit.
Ia tidak meninggalkan pesan.
Hanya berlalu begitu saja.
Bahunya cuek.
Langit setuju.
Warnanya sudah gelap.
Hampir hitam. Bikin aku senewen.

Dikejauhan petir sudah ketar-ketir.
Samar-samar runcing-runcing air turun dari langit.
Dingin, Kecil-kecil mengecepku.
Tepat di pipi.
Tepat di kening.
Lalu turun ke bibir.
Otomatis romantis.
Datangnya cepat, kemudian kabur buru-buru.
Katanya, ingin mengecup tempat lain. Lalu hujan pergi.

Langit masih gelap, mendung.
Tapi senyumnya kembali.
Lalu bilang mengucapkan selamat malam dan
mengantarkanku ke gerbang pulau mimpi sampai aku terlelap.

Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Auto Post Signature

Auto Post  Signature