Top Social

Everything Happens For A Reason [Part 4]

Friday, May 27, 2011

Masa sekarang
Leta menaruh sebuket bunga di pusara sebuah kuburan yang tanahnya masih basah dan di penuhi bunga-bunga segar yang bertaburan begitu saja. Ia membelai kepala nisan yang masih berupa kayu dengan tulisan nama seseorang.
‘Rest in Peace our son, brother and friend : Rama Akasya 15 -11- 1988/20-12-2010’
Setelah mencari detail info soal Rama dari mba kasir ketika Leta mengunjungi sushi kafe itu lain waktu, Leta mendapatkan cerita lengkap tentang Rama Akasya dari Rashid Akasya, kembaran Rama. Mereka persis sama. Leta seperti melihat Rama ada di depannya lagi. Leta juga menceritakan mimpi anehnya tentang Rama pada Rashid. Leta tau itu hanya mimpi karena Leta memang gak kenal Rama sebelum 4 bulan yang lalu itu. Anehnya kedatangan Rama di taman waktu itu persis setelah beberapa hari kepergian nyata Rama. Rashid sepertinya sudah bisa menerima saudara kembarnya sudah gak ada, walaupun sedih itu masih kentara.
Di antar Rashid, Leta nyekar ke makam Rama. Ia duduk di samping makam. “Ram, gue gak tau mesti bilang apa. Gue belum sempet berterima kasih. Makasih banyak ya Ram. Gue janji untuk lebih perduli. Mimpi gue tentang lo emang aneh, tapi itu ngebuka mata gue. Maaf gue selalu berusaha menyangkal. Yes you right, everything happens for a reason. Tidur yang tenang ya Ram.”
Selesai berdoa, Leta pamit. Ia turut berduka untuk Rashid. Di rasanya, ia tak pernah kenal Rama dalam kehidupan nyata, tapi ia juga merasa kehilangan yang sama tentang Rama. Dalam hati kecilnya, Leta ikut menangis. Tapi cerita keperdulian kecilnya di mimpi itu telah merubah hidup Leta. Ia mengukuhkan janjinya pada Rama dalam hati. Dan sejak saat itu, Rama gak pernah lagi muncul di mimpi-mimpi Leta. Rama sudah pergi untuk selama-lamanya.
*Baca sebelumnya

Auto Post Signature

Auto Post  Signature