Top Social

Love Letter #24 : Si Cinta Lama

Saturday, May 07, 2011
Dear kamu, cinta lamaku...
Tiba-tiba pengen tau kabarmu. Tiba-tiba kangen euforia ketika aku lagi kangen kamu. Tiba-tiba guling-guling sendiri di kasur saat ingat kamu, lalu senyum-senyum malu. Muncul kupu-kupu menggelitik perutku.
Sudah 7 tahun berlalu, bahkan lebih. Sudah gak tau lagi kabar tentang kamu. Tapi masih terkadang kangen kamu.
Setelah 7 tahun, aku balik lagi ke tempat yang sama. Yang selalu mengingatkanku tentang kamu. Tentang kita. Tentang kamu sebagai oksigen dan bulan di malamku. Tentang kita, suka-sukaan tapi malu-malu kucing mengakuinya. Tentang kamu datang padaku lalu kita tertawa bersama. Tentang aku datang padamu, sebenarnya ingin melepas rindu, lalu kita saling ejek kemudian pura-pura ngambek tapi dalam hati saling merindu.
Sekarang, setelah 7 tahun berlalu, sekedar iseng aku mencari namamu pada kotak cari paman Google. Sekedar iseng ingin tahu apa kamu sudah berpemilik. Aku belum. Entah hatiku masih mengharapkanmu, atau masih ada hutang belum memberi tahumu soal rasaku.
Kini, setelah 7 tahun. Kita bertemu lagi. Bertatap muka lagi. Di taman kita. Akhirnya. Euforia cinta itu tumbuh kecil-kecil bikin geli, seperti ketika kakiku yg telanjang menyentuh rerumputan.
Kamu banyak berubah. Lebih tinggi. Lebih macho. Badanmu pun gak sekurus dulu. Lebih berwibawa. Lebih tampan. Tapi yg gak pernah hilang, senyum gingsulmu masih di situ walau sudah 7 tahun.
Ah kamu! Iseng bikin kangen semua duniaku yg dulu isinya kamu melulu. Sekian tahun suka kamu, sampai kamu menghilang ke negeri org. Lalu ikut menghilang dari pandangan n terakhir luntur pula dari duniaku.
Sekarang kamu kembali. Cuma satu yg ingin aku bilang. "Hey kamu, aku kangen kamu. Setengah mati kangen kamu. 7 tahun lalu setengah mati suka kamu. Sekarang 7 tahun setelahnya, setengah mati cuma ingin bilang aku pernah suka kamu. Sekedar melepas beban hati. Mungkin terlambat sudah, tapi aku gak perduli!"
Setelah 7 tahun berlalu, ketika aku sudah menyampaikan rasa terpendamku, rasanya siap melihatmu pergi lagi. Tapi selalu ingin bilang lagi, "Hey kamu, cinta lamaku, apa kabarnya?"
*Biar deh kenangan itu awet di kotak namanya masa lalu. Gak pernah menyesal gak bilang perasaanku dr dulu. Itu yg bikin aku bisa lihat kamu sekarang, sedikit kangen, tapi tenang... Hanya mengenang kalau dulu itu sedikit manis namun masih indah. :D

Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

Auto Post Signature

Auto Post  Signature