Top Social

We are = What we read & see

Wednesday, July 27, 2011
Dari judul postingan kali ini, pasti udah bisa nebak dong isi postingan kali ini tentang apa?
Yep, we are what we read. Maksudnya simple aja. Kita adalah apa yang kita baca. Pernah terpikir kan seberapa banyak buku yang kita baca, itu yang akan ngebentuk personality dan tingkah laku kita. Seperti apa yang kita lihat, walaupun sedikit itu bakal ngefek ke kita nantinya.

Kedengeran seperti topik yang loncat-loncat? Coba dengar ini, ketika saya di kelas Media Audience Studies, ada salah satu research yang di namai Boboo doll. tentang perilaku 2 kelompok anak kecil dan sebuah boneka di antara mereka.
Satu group anak-anak di kasih tontonan anak-anak yang penuh kekerasan. Macam kartun jaman sekarang kan kalau kamu amati lebih dalam sebenernya mengandung (hamil kali mengandung) kekerasan. Tersebutlah macam hero-heroan. Sebelum menang pasti ada kekacauan, dalam kekacauan pasti ada perbuatan kekerasan. Dalam beberapa waktu anak-anak itu menonton tontonan yang begituuuuu aja. dan di antara mereka di letakan sebuah boneka yang di namakan Boboo itu. Hasilnya, perlahan namun pasti anak-anak itu mulai menendangi, memukul dan perilaku merusak lainnya pada si boneka malang.

Sebaliknya, 1 group anak yang lain di berikan tontonan yang baik. penuh warna. mengajarkan kasih sayang. dan itulah yang anak-anak itu lakukan pada si Boboo doll di ruangan mereka. Di sayangi, di ajak bermain.

Dari situ aja bisa kelihatan jelas kan, kita adalah apa yang kita lihat. Dari situ kita belajar dan menerapkannya dalam hidup kita. Nah gimana dengan kamu? Apa kamu juga terpengaruh dengan apa yang kamu baca dan kamu tonton?

Saya pun begitu. Dan jutaan orang di dunia. Seperti fans-fans cerita sihir Harry Potter misalnya. Sekeras apapun mereka inginkan itu nyata, tetap aja Harry Potter itu fiksi. Tapi mereka berkelakuan seolah itu nyata. Coba deh lihat perbedaan orang yang ngefans berat sama Harry Potter dan Twilight. Kemungkinan besar perilaku mereka berbeda, dan mengacu pada apa yang mereka tonton. Belum nangkep maksud saya?

Contohnya lagi deh saya. Saya punya list blog yang saya follow dan termasuk yang saya sukai (banget) dan itu mempengaruhi gimana isi tulisan saya.
Dari 3 ini yang awalnya mempengaruhi isi tulisan Blog Cerita Si Peri Hutan ini adalah Blognya Perempuan Sore. Kalau kamu perhatiin banyak post di sini yang mungkin kamu gak ngerti bahasanya. Semacam puisi tapi ada unsur cerita. Saya kepengaruh banget dengan cara nulisnya mba Theo. Tapi saya gak ngejiplak, karena pada akhirnya saya bikin sendiri blog ini beserta isinya dari imaginasi saya yang kadang agak aneh.

blog ke 2 & 3 yang mempengaruhi cara ngeblog saya adalah blognya Vierar. Kadang sih bukannya berusaha ngelucu, cuma kadang hidup emang ada sisi humornya. itu rasany kebawa ke tulisan saya akhir-akhir ini. Gak melulu soal puisi tentang sekeliling saya yang saya peratiin terlalu detail. Hasilnya? Blog Peri Hutan isinya lebih beragam sekarang. Kamu bisa cek sendiri deh.

Untuk tontonan yang bawa pengaruh ke saya tuh Serial Grey Anatomy dan beberapa tokoh random dari film-film yang pernah saya tonton. Biasanya saya bakal kebawa dalam bersikap setelah suka banget sama satu karakter di film. Kayak misalnya karakter Izzie Stevens di Grey Anatomy. Dia ceria dan mellow sekaligus. Tapi semua orang suka dia. Ketika habis nonton itu, pembawaan saya bisa berubah seperti itu. Seperti bunglon.

Ingat Rango kan? Liat gimana dia berdiri kaku dengan bentuk yang menyerupai kaktus? Kan dia mengadaptasi apa yang ada di sekitarnya. Begitu juga kita.

Mungkin kita masih bisa sedikit mengendalikan untuk mengadaptasi sesuatu, tapi anak kecil tidak seperti itu. Apalagi mereka lebih cepat belajar dan menelan bulat-bulat apa yang di dengarnya, di lihatnya dan yang ada di sekitarnya.

Jadi yang punya anak kecil di rumah, atau dekat dengan anak kecil, berikan mereka yang terbaik. Jangan selalu di biarkan mengkonsumsi sesuatu yang dekat dengan kekerasan. Itu bakalan nempel dengan cepat ke otak mereka, dan jelas akan mempengaruhi kelakuannya di masa datang. Bener lho yang orang bilang, sebuah bangsa di masa depan, bergantung pada anak-anaknya di masa kini. Toh generasi mereka dan kita ini yang nantinya akan membangun bangsa. Okehhh... ;D

Auto Post Signature

Auto Post  Signature