Top Social

Weekly Notes : I Lost Something & Discover Myself

Thursday, July 13, 2017

Halo semua! 

Akhirnya setelah minggu-minggu yang melelahkan, penuh dengan drama personal, dengan rutinitas yang sudah mulai kembali normal, sampai juga saya di hari yang tenang dan menyenangkan. Personal drama dari 2 bulan lalu yang menghabiskan banyak air mata, saya bisa senyum lagi pagi ini. Kali ini gak ada lagi mata sembab dan menyendiri di mobil untuk nangis (yes, I did that too). Saya sudah bisa senyum lagi. Senangnya. 

Salah satu yang bikin saya bisa senyum lagi setelah drama yang terjadi, salah satunya karena support yang gak ada habisnya dari orang-orang di sekeliling saya. Support dari sahabat penting banget. Bukan masalah yang besar banget, tapi kehilangan salah satu orang favorite saya selama 2 bulan belakangan ini cukup bikin shock. Gak ada yang suka dengan kehilangan, begitu juga dengan saya. 

Salah satu sepupu yang pernah punya pengalaman drama seperti kayak yang saya alami pernah bilang, "Nangis aja terus, sampe nggak bisa nangis lagi. Sudah itu, sudah deh." Dan itu saya buktikan. Ketika kehilangan, yang bisa kita lakukan pertama kali adalah menangis. Menangislah sampai tidak bisa menangis lagi. Setelah itu mulailah belajar berdamai dan memaafkan diri sendiri. Itu juga gak kalah penting. 

Akhirnya nanti, kita bangun di suatu pagi, semua akan seperti sedia kala. Baik-baik saja. Matahari masih bersinar walaupun ia sendirian. Itu yang saya rasain sekarang. Sedih sih karena kehilangan, tapi saya tau saya akan baik-baik saja. Bahkan sepupu saya yang lain bilang, "The best revenge is to be happy."


Salah satu hal yang menyembuhkan kesedihan, salah satunya menulis. Makanya tulisan ini turun di saat yang tepat. Nulis salah satu terapi yang menyenangkan setelah kehilangan. Malam ini saya pergi ke coffee shop favorite dekat apartement untuk sekedar fokus menulis. Ponsel aman di dalam tas, berarti 2 jam aman tanpa gangguan. 

Ditemani notebook kecil simple ini. Ukurannya kecil dan compact pas banget buat di bawa kemana-mana dan pasti masuk bahkan di tas kecil milikmu. 



Beberapa waktu yang lalu, saya pernah iseng bikin aksesoris wanita berupa gelang. Hasilnya seperti di atas. Warna aslinya biru tosca. Manis bahkan untuk tangan kecil seperti pergelangan tangan saya.


Notebook yang saya punya ini saya dapat sebagai souvenirs dari pernikahan salah satu sepupu saya beberapa bulan lalu. Saya pernah cerita juga tentang itu, sebuah post tentang keluarga. Yang empunya acara membagikan notebook ini sebagai souvenir pernikahan yang manis, dibungkus dengan kertas yang di jahit di ujungnya. Dan notebook ini bisa kok kamu dapatkan, caranya dengan follow @raffiasyraf untuk info lebih lanjut. 3pcs cuma Rp 55 ribu kok. Gambar covernya pun bisa beda-beda.


tolong abaikan tangan kurus saya hehehe
Jadi, setelah kesedihan apapun yang kita pernah lalui, percaya saja namanya sedih itu pasti berlalu. Pasti ada tanggal kadaluarsanya. Pasti ada waktunya dimana kita bangkit lagi dan tersenyum lagi. Bahagia itu sesuatu yang harus kita kejar dan kita rasakan. Bukan untuk orang lain, tapi untuk kita sendiri. Ayo tersenyum lagi!!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature