Top Social

Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018 (p.1)

Tuesday, September 25, 2018


Akhirnyaaaaaaaa!!
Hampir sebulan lewat setelah keseruan Closing Ceremonies Asian Games 2018, tanggal 2 September 2018 lalu, saya jujur masih belum bisa move on. Mulai kangen sama semua kerepotan dan serunya tim kerja bareng untuk OCC Asian Games 2018 ini. Seperti yang pernah saya mention di postingan sebelumnya, beruntungnya saya terpilih sebagai salah satu dari 300an volunteer untuk department ceremony pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Kebetulan saya masuk divisi Stage Management & Cast Movements, yang bertugas mengatur flow perpindahan para casts (pengisi acara) dari mereka masuk ke gedung acara hingga mereka pulang setelah acara.

Ini lah 'nyawa' saya selama hari-hari latihan untuk opening & closing Asian Games 2018 lalu. 2 ID card wajib, kaca mata dan topi untuk melindungi kepala dari teriknya panas matahari, apalagi kalau dapat shift latihan siang hari. 

Latihan yang mereka lakukan untuk acara opening ceremony sudah di lakukan dari 3 bulan sebelum acara berlangsung. Saya melihat dan membantu mereka latihan sejak 2 bulan sebelum acara, berawal di lapangan ABC komplek GBK, hingga pindah ke dalam stadion GBK beberapa minggu sebelum perhelatan akbar tanggal 18 Agustus 2018 kemarin.

Pada saat kami, para volunteer dan crew Five Currents sudah menandatangi NDA (non-disclosure agreement) sejak hari pertama, jadi kita coba mematuhi peraturan untuk gak mengambil foto maupun video yang berlatar belakang gunung ataupun proses latihan. Supaya efek kejutan untuk hari H benar-benar terasa, katanya. Foto yang di bawah ini saya ambil pas anak-anak penari Ratoh Jaroe sedang latihan di dalam stadion GBK, dan baru saya publish sekarang ini..


Gunung yang termahsyur sebagai latar belakang Opening Ceremony, dibangun hampir 4 bulan lamanya punya fitur air terjun dan api yang berkobar, bikin segar mata saat air terjun nya menyala. Apalagi di siang hari. Untungnya beberapa hari sebelum opening, kita semua para volunteer dan crew diperbolehkan untuk foto di depan gunung untuk kenang-kenangan. Dan ini kami, para volunteer Stage Management & Cast Movements. 


Muka-muka tegang tapi semangat saat briefing untuk Opening Ceremony Day. Briefing kayak begini  emang biasa kita lakukan sebelum latihan, karena tiap orang punya tugas dan posisi stand by yang berbeda di setiap waktu. Jadi untuk menghindari terlalu banyak pertanyaan dan kebingungan pada saat acara, briefing wajib banget hukumnya. Masih inget banget hari itu kita semua pakai baju hitam-hitam tanpa vest neon lagi, masing-masing pakai big headphone biar lebih fokus dengerin arahan 'Tuhan' Asha saat bekerja.


Wefie wajib di kantor sebelum kami siap bertugas. Yuk sini, kenalan sama tim Cast Movement Opening & Closing Asian Games 2018.
Kiri ke kanan paling atas : Edric, Oggy, Dika, Ega, Alya, Meta, Arif, Cindy
Kiri ke kanan tengah : Rizky, Aida, saya, Fairuz, Okky, Peni, Koh Herman
Kiri ke kanan bawah : Selvina, Eby, Tiara, Natastha, Monica, our boss Rosanne.


Seperti yang saya bilang di atas, tiap orang (tim kami hanya terdiri dari 23 orang, untuk mengurus 4000 cast di Opening Ceremony) punya tugas masing-masing. Ada beberapa orang yang mengurus cast Welcome (anak-anak penari Ratoh Jaroe yang jumlahnya 1600 orang), ada pula per orangan yang membantu mengatur group cast yang member nya lebih sedikit. Seperti saya yang bertugas mengurus para Placard Barriers ini.

Tentunya saya gak sendiri. Ada Mba Otty dari Casting, Inneke dari Stage Management dan saya juga di bantu oleh Mas Bagus sebagai managers dari model-model dalam tim ini. Para Placard Barriers ini totalnya 50 orang. 45 orang yang memakai golden wings, dan 5 orang sebagai cadangan (just in case ada yang sakit dan harus di gantikan posisinya). Kenapa butuh managers? Karena mereka model-model yang bukan dari 1 agency dan mereka lah yang lolos audisi. Mereka ini bukan volunteer lho. Banyak dari mereka berprofesi sebagai spg, model professional, pemain sinetron dan lulusan beauty pageant. Banyak yang nyinyir karena mereka model dan kadang bersikap layaknya 'model', tapi saya enjoy banget kerja bareng mereka. Bahkan saya terpilih untuk mengurus mereka secara tetap sampai acara Closing Ceremony. They're fun people to work with. 
 

Begini lah ramainya suasana di luar stadion sebelum acara mulai. Para cast Welcome (yang berjumbal 1600 orang dari 18 SMP & SMA di Jakarta) sudah memenuhi Blue Vom (pintu besar stadion GBK itu ada 3. Blue Vom, Red Vom dan Yellow Vom) siap buat memukau para penonton dengan tarian Ratoh Jaroe. Jadi, tarian di Opening Ceremony itu bukan tari Saman ya. Karena tari Saman itu biasanya di bawakan oleh penari pria dan jumlahnya ganjil, sementara tari Ratoh Jaroe ini di bawakan oleh penari perempuan semua dan berjumlah genap.


Placard Barriers sudah siap sedia dengan wings mereka dan berbaris rapi sesuai dengan urutan masuk tiap negara sesuai abjad. Dimulai dengan negara Afghanistan dan di akhiri nanti paling ujung dengan negara Indonesia. Di acara Opening, tiap negara di panggil satu per satu dengan para atlet berparade di belakang placard.

Tahukah kamu, berat golden wings yang mereka pakai itu sekitar 30 kg lho, dan mereka sudah harus siap dengan make up bahkan sejak beberapa jam sebelum acara mulai. Untungnya mereka hanya perlu memakai sayap mereka sejam-dua jam sebelum acara. Oh iya, kostum Burung Garuda Emas yang mereka pakai itu buatan Dynand Fariz lho, founder Jember Fashion Carnaval. Kostum yang sama juga pernah di pakai oleh Putri Indonesia Kezia Warou di ajang Miss Universe 2016 dan berhasil memenangkan Best National Costume!


Ini saya selfie setelah acara opening selesai. Kita semua pengisi acara, para crew dan volunteer berkumpul di FOP (field of play) sebelum gunung yang dibangun selama 4 bulan itu siap bebenah.

Kayaknya ini deh satu-satunya foto sendiri full body dengan background gunung yang saya punya. Hahaha. Ini foto saat kami para volunteer dan crew sudah berhasil 'mengusir' para cast yang memenuhi FOP setelah acara. Wajah-wajah letih kami jelas tertutup dengan perasaan lega dan bahagia karena akhirnya acara opening sukses besar! Jujurnya, kita gak sempet lho nonton Opening Ceremony secara lengkap dari awal sampai akhir acara, karena sibuk kerja dan harus stand by di posisi masing-masing. Tapi kita aslinya bangga banget sama sukses nya acara ini, sama semangatnya para cast dari awal sampai akhir dan sama hasil kerja keras kita semua.

Berkah melimpah. Itu yang saya bisa bilang dari acara ini. Suksesnya acara ini gak akan kejadian kalau semangat kita gak di pupuk dari awal dan dengan kerja keras semua pihak. Gak cuma para staff dan volunteer Stage Management & Cast Movements, tapi juga divis lain kayak catering, protocol, casting, venue, etc.

Bangga, karena Opening Ceremony Asian Games 2018 sukses besar dan berhasil memukau jutaan  mata orang-orang, baik dari dalam maupun luar negeri. Nonton reaksi orang-orang di Youtube, rasanya luar biasa!
Bangga, karena bisa jadi bagian dari acara sebesar ini. Lega, karena acara berjalan mulus. Tapi sedih juga karena pekerjaan besar akhirnya berakhir, menyisakan cerita yang bakalan dikenang sepanjang masa.

Sampai ketemu di Behind the Scene Opening & Closing Ceremony Asian Games 2018 (p.2)!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature